Penghianatan?
Have you ever deal with this kind of thing?
I had.. and the saddest thing is it never comes out from your enemies, but from people you love, people you trust.
And the first thing you feel after you knew their betrayal?
I was afraid. Takut membayangkan itu benar. Takut tidak akan ada hal lain yang mungkin bisa menyangkalnya. Takut untuk percaya bahwa iya itu perbuatan dia, mereka. Orang yang harusnya bisa aku percaya.
Dulu. Dulu sekali. Aku pernah merasakan yang namanya penghianatan, and it was making me in sick for such a long time.
Hal pertama yang aku rasakan takut, kemudian marah dan hopeless to find a reason to denial that they did it to you..and finally I accepted it. I should..because I'm a human being, and a betrayal just a litlle one thing that I must through with an open heart.
Aku bukan hanya pernah menjadi korban dalam sebuah penghianatan.
I did it, I admit it and I feel sorry for people who I betrayed.
I learned a betrayal is one of the cruelest things to do. We do that just for our happiness. We stab back people who trust us until they hate us. Isn't it pathetic? We are smarter that that and we can play a better game than that.
Aku pernah berada pada saat aku menjadi korban. Menjadi pelaku. Dan keduanya membawa rasa sakit dan penyesalan yang besar.. which makes me have a trust issue.
Itu dulu. Now I have changed. I try to be a better person, for me and for people I love.
For everyone yang pernah aku hianati, I do really sorry.
I didn't mean to hurt you. It's just life, you know?
Bad things and good things happened, it's not about karma or things like that.
I experience things like you do, it's fair kok.
It's life, and we have to keep moving on.
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Juli 2015
Selasa, 21 Oktober 2014
Masa Depan?
Dengar kata orang-orang..
"jangan takut menjalani hidup..."
"jangan khawatir tentang masa depan.."
"kamu hidup pasti punya tujuan, dan kamu pasti akan tahu tujuan itu pada saat yang tepat.."
Iya deh iya.
Tapi jujur aja, aku tetep khawatir dan takut.
Seperti apa kehidupanku kedepannya?
Aku akan jadi apa?
Siapa orang yang akan aku dampingi?
Apakah aku akan memberi nilai untuk kehidupan sosialku?
Intinya, ratusan pertanyaan sejenis dengan yang diatas kadang buat aku khawatir.
Aku pernah baca artikel tentang Michelle Obama yang bilang kepada anak muda untuk jangan takut dan khawatir mengenai masa depan, karena dia pernah berada pada titik yang sama.
Dia sendiri mengaku bahwa dia dulu sangat khawatir dan takut mengenai masa depan.
Tapi saat ini, saat dia mengenang masa-masa itu, dia dapat ambil kesimpulan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan masa depan, karena kita akan menjalaninya, bukan mengkhawatirkannya.
Wahai Ibu Michelle, masa depanmu yang saat itu Anda khawatirkan turn out menjadi sesuatu yang.. well, sangat membanggakan. Ibu jadi seorang ibu yang smart dan cantik. Punya seorang suami yang notabene adalah seorang presiden, dan ibu sendiri jadi seorang ibu negara yang anggun. Ditambah lagi punya dua putri yang cantik.
At least, bagi aku, ibu sudah dapat kesempurnaan sebagai wanita, dan aku juga yakin bahwa ibu mencapai itu dengan penuh perjuangan.
Bagaimana dengan aku ya?
Apakah nantinya aku bisa membanggakan orang-orang di sekitarku? atau malah menjadi beban buat mereka.
Apa nanti aku jadi orang yang mandiri?
Apa nanti aku akan selalu semangat fighting on something that I want?
Wajar kan punya pemikiran begini. Wajar ga sih?
Aku baru punya pemikiran begini baru tahun ini. Mungkin ini yah dimana masuk tahap dewasa, dimana aku mulai mikir keras bagaimana nantinya kehidupanku kedepannya.
Tanpa menyusahkan orang terdekat, terutama orang tua, karena aku sendiri percaya kalau gak ada yang bisa kita andalkan lebih dan banyak dibandingkan diri kita sendiri.
Jadi kita harus paksa dan keluarin kemampuan untuk survive tanpa selalu mengandalkan orang lain.
Mungkin ini kali yah yang namanya seseorang yang mulai berpikir untuk keluar dari comfort zone-nya. Dan aku sedang menuju itu. Aku pasti struggling, mau siap atau enggak, takut atau enggak.
Aku harus maju dan jalanin apapun itu. Dan intinya kita harus dan tetap moving, jangan berhenti bergerak sesusah apapun keadaan itu.
Hopefully, sekarang aku bisa melakukan dengan baik dan maksimal, jadi nanti di masa depan aku, aku bisa lega dan senyum sambil membayangkan masa-masaku saat ini yang takut masa depan.
Hei kalian? Apakah kadang kalian takut dan khawatir tentang masa depan?
Atau kalian enjoy dengan saat ini dan acuh?
Atau kalian punya rencana, mimpi yang sudah kalian susun?
Semoga kalian berhasil, apapun itu.
Good luck!
"jangan takut menjalani hidup..."
"jangan khawatir tentang masa depan.."
"kamu hidup pasti punya tujuan, dan kamu pasti akan tahu tujuan itu pada saat yang tepat.."
Iya deh iya.
Tapi jujur aja, aku tetep khawatir dan takut.
Seperti apa kehidupanku kedepannya?
Aku akan jadi apa?
Siapa orang yang akan aku dampingi?
Apakah aku akan memberi nilai untuk kehidupan sosialku?
Intinya, ratusan pertanyaan sejenis dengan yang diatas kadang buat aku khawatir.
Aku pernah baca artikel tentang Michelle Obama yang bilang kepada anak muda untuk jangan takut dan khawatir mengenai masa depan, karena dia pernah berada pada titik yang sama.
Dia sendiri mengaku bahwa dia dulu sangat khawatir dan takut mengenai masa depan.
Tapi saat ini, saat dia mengenang masa-masa itu, dia dapat ambil kesimpulan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan masa depan, karena kita akan menjalaninya, bukan mengkhawatirkannya.
Wahai Ibu Michelle, masa depanmu yang saat itu Anda khawatirkan turn out menjadi sesuatu yang.. well, sangat membanggakan. Ibu jadi seorang ibu yang smart dan cantik. Punya seorang suami yang notabene adalah seorang presiden, dan ibu sendiri jadi seorang ibu negara yang anggun. Ditambah lagi punya dua putri yang cantik.
At least, bagi aku, ibu sudah dapat kesempurnaan sebagai wanita, dan aku juga yakin bahwa ibu mencapai itu dengan penuh perjuangan.
Bagaimana dengan aku ya?
Apakah nantinya aku bisa membanggakan orang-orang di sekitarku? atau malah menjadi beban buat mereka.
Apa nanti aku jadi orang yang mandiri?
Apa nanti aku akan selalu semangat fighting on something that I want?
Wajar kan punya pemikiran begini. Wajar ga sih?
Aku baru punya pemikiran begini baru tahun ini. Mungkin ini yah dimana masuk tahap dewasa, dimana aku mulai mikir keras bagaimana nantinya kehidupanku kedepannya.
Tanpa menyusahkan orang terdekat, terutama orang tua, karena aku sendiri percaya kalau gak ada yang bisa kita andalkan lebih dan banyak dibandingkan diri kita sendiri.
Jadi kita harus paksa dan keluarin kemampuan untuk survive tanpa selalu mengandalkan orang lain.
Mungkin ini kali yah yang namanya seseorang yang mulai berpikir untuk keluar dari comfort zone-nya. Dan aku sedang menuju itu. Aku pasti struggling, mau siap atau enggak, takut atau enggak.
Aku harus maju dan jalanin apapun itu. Dan intinya kita harus dan tetap moving, jangan berhenti bergerak sesusah apapun keadaan itu.
Hopefully, sekarang aku bisa melakukan dengan baik dan maksimal, jadi nanti di masa depan aku, aku bisa lega dan senyum sambil membayangkan masa-masaku saat ini yang takut masa depan.
Atau kalian enjoy dengan saat ini dan acuh?
Atau kalian punya rencana, mimpi yang sudah kalian susun?
Semoga kalian berhasil, apapun itu.
Good luck!
Langganan:
Postingan (Atom)